Senin, 09 Juli 2012

Mari Bermain Ilusi Mata...


Ilusi mata atau ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ilusi ini dalam keilmuan terbagi lagi menjadi ilusi fisiologis dan ilusi kognitif.

Ilusi fisiologis adalah kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.

Sementara ilusi kognitif terjadi terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar gambar itu sendiri.

Nah, sekarang kita akan bermain lagi dengan ilusi optis. Apakah mata kamu cukup jeli? Langsung lihat gambar-gambar di bawah, ya.



Gambar pilar atau barisan kapal laut?

refleksi-mata-1



Gambar penonton atau kumpulan rumah?


refleksi-mata-2



Berapa banyak kuda yang kamu temukan? Jika mata kamu cukup tajam, seharusnya ada 7 ekor kuda.


refleksi-mata-3




Berapa banyak orang dalam gambar ini?


refleksi-mata-4



Air terjun atau manusia terjun?

refleksi-mata-7



Ada lima ekor rusa yang bersembunyi di hutan… Bisakah menemukannya?


refleksi-mata-8



Berapa pilar yang ada, tiga atau dua?

refleksi-mata-9



Bisakah menemukan empat orang dalam gambar?


refleksi-mata-10


Bisakah anda melihat kata “LIFT”? Atau hanya sebuah gambar kotak-kotak hitam tanpa makna?
refleksi-mata-13



Temukanlah wajah-wajah dalam gambar ini:

Penjelasan: Ada sebelas wajah dalam gambar. 
Orang normal akan menemukan empat atau lima.
Jika menemukan 8, berarti memiliki tingkat ketelitian lebih dari orang normal.
Jika menemukan 9, tingkat ketelitian diatas rata-rata.
Jika menemukan 10, sangat teliti.
Jika menemukan 11, wow... luar biasa teliti!



refleksi-mata-14




Fokuskan pandangan mata pada titik di tengah lingkaran, lalu gerakkan kepala maju mundur. Seharusnya kamu akan melihat seolah lingkarannya berputar. Aneh, bukan?


refleksi-mata-15



Coba perhatikan gambar di bawah ini. Apakah panjang ketiga garis itu berbeda? Semua itu ternyata hanya ilusi mata.

ilusi-garis



Coba lihat dari dekat gambar ini, dan ingat gambar tersebut, lalu coba berdiri dari komputer dan mundur 3-4 langkah, lihat kembali gambar tersebut.. apa yang terjadi?

tipuan-mata-23
tipuan-mata-24



Ada berapa titik hitam? 
tipuan-mata-15



Source : Apakabardunia
Read More

Organisasi Yahudi Penguasa Dunia Part 1


Seperti apa sih kekuatan Yahudi mencengkeram dunia ini, apakah hanya dengan organisasi rahasia semacam Freemason? Nyatanya, selain organisasi tersebut, campur tangan Yahudi juga lewat bentukan lain seperti  Rothschild. 




Pernah dengar Rothschild? Lewat kisah ini kita akan lihat penetrasi Yahudi pada setiap segi pemerintahan dan ekonomi dunia. Mengingat naskah yang cukup panjang, kami akan bagi menjadi dua artikel bersambung.


Rothschild adalah dinasti Yahudi Bavaria (Jerman) yang memiliki arti sebagai “Tameng Merah”. Dalam bahasa Inggris disebut “Red-Shield”. Dinasti Rothschild yang melegenda dan sangat berkuasa hingga kini berawal dari sejarah Eropa di abad ke-18 Masehi dengan kelahiran seorang bayi Yahudi Jerman yang kemudian diberi nama Mayer Amshell Bauer.

CATATAN: Sumber lain menyebut bahwa berdasarkan kenyataan, banyak anggota Rothschild adalah keturunan Khazar.  Mereka datang dari sebuah negara yang disebut Khazaria, yang terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia yang sekarang dimiliki oleh Georgia.

Alasan mengapa keturunan Khazar mengklaim mereka sebagai orang Yahudi adalah karena pada tahun 740 Masehi, atas perintah dari raja mereka (King Moon), rakyat Khazaria harus memeluk kepercayaan Yahudi, tetapi tentu saja itu tidak mengubah gen mereka dari Mongolia Asia (Turki) menjadi orang Yahudi.



Ok, kita akan kembali ke versi sejarah.

Mayer Amshell Bauer lahir di tahun 1743 di sebuah perkampungan Yahudi di Frankfurt, Bavaria. Ayahnya bernama Moses Amschell Bauer yang bekerja sebagai rentenir dan tukang emas yang berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari kota yang satu ke kota lainnya. 

Bakat Moses sebagai rentenir kelak akan diteruskan dan dikembangkan oleh anak-cucunya. Kelahiran Mayer membuat Moses menghentikan bisnis ‘nomaden’nya dan menetap di sebuah rumah agak besar dipersimpanganJudenstrasse (Jalan Yahudi) kota Frankfurt. Di rumah itu, Moses membuka usaha simpan-pinjam uangnya. Di pintu masuk kedai renten-nya, Moses menggantungkan sebuah Tameng Merah sebagai merk dagangnya: Rothschild.

Sedari kecil Mayer Amshell dikenal sebagai anak yang cerdas. Dengan tekun sang ayah mengajari Mayer segala pengetahuan tentang bisnis rentennya. Moses juga sering menceritakan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dari berbagai sumber. Moses sebenarnya ingin menjadikan Mayer sebagai pendeta Yahudi. Namun ajal keburu menjemputnya sebelum sang anak tumbuh dewasa. 

Sepeninggal ayahnya, Mayer sempat meneruskan usaha ayahnya di rumah. Namun tidak lama kemudian Mayer ingin belajar lebih mendalam tentang bisnis uang. Akhirnya ia bekerja di sebuah bank milik keluarga Oppenheimer di Hanover.

Di bank ini, Mayer dengan cepat menyerap semua aspek bisnis perbankan modern. Kariernya pun melesat, bahkan sang pemilik bank yang terkesan dengan Mayer menjadikannya sebagai mitra muda dalam kepemilikian bank tersebut.

Setelah merasa cukup banyak menimba ilmu tentang bisnis perbankan, Mayer kembali ke Frankfurt, meneruskan usaha ayahnya yang sempat dilepaskannya untuk beberapa waktu. Mayer telah berketetapan hati, bisnis uang akan dijadikan sebagai bisnis inti keluarga ini. Ia akan mendidik anak-anaknya kelak dengan segala pengetahuan tentang bisnis penting tersebut dan menjadikannya keluarga besar penguasa bisnis perbankan Eropa dan juga dunia.

Salah satu langkah yang diambil Mayer adalah dengan mengganti nama keluarga ‘Bauer’ yang dalam bahasa Jerman berarti ‘Petani’ dengan merk dagang usahanya, yakni ‘Tameng Merah’ (Rothschild). Mayer sendiri memakai gelar Baron Rothschild I.


Masuk Kalangan Istana

Berkat kepiawaiannya, usaha rumahan ini berkembang pesat. Rotshchild I mulai melobi kalangan istana. Orang yang pertama ia dekati adalah Jenderal von Estorff, bekas salah satu pimpinannya ketika masih bekerja di Oppenheimer Bank di Hanover. Rothschild I mengetahui benar, sang jenderal memiliki hobi mengumpulkan koin-koin kuno dan langka. Dengan jeli Rothschild memanfaatkan celah ini untuk bisa dekat dengan sang jenderal.

 


Untuk menambah perbendaharaan koin-koin kuno dan langka, Rotshchild menghubungi sesama rekannya dalam jaringan orang Yahudi yang dalam waktu singkat berhasil mengumpulkan benda-benda tersebut. Sambil membawa barang yang sangat diminati Jenderal von Estorff, Rothschild I menemui sang jenderal di rumahnya dan menawarkan semua koin itu dengan harga sangat murah.

Jelas, kedatangan Rotshchild disambut gembira sang jenderal. Bukan itu saja, rekan-rekan dan teman bisnis sang jenderal pun tertarik dengan Rothschild dan kemudian jadilah Rotshchild diterima sepenuh hati dalam lingkaran pertemanan dengan Jenderal von Estorff.

Suatu hari, tanpa disangka-sangka, Rothschild I dipertemukan oleh Jenderal von Estorff kepada Pangeran Wilhelm secara pribadi. Pangeran ternyata memiliki hobi yang sama dengan jenderal. Wilhelm membeli banyak medali dan koin langka dari Rotshchild dengan harga yang juga dibuat miring. Inilah kali pertamanya seorang Rotshchild bertransaksi dengan seorang kepala negara.

Dari perkenalannya dengan Wilhelm, terbukalah akses Rothschild untuk membuat jaringan dengan para pangeran lainnya. Untuk membuat pertemanan bisnis menjadi pertemanan pribadi, Rotshchild menulis banyak surat kepada para pangeran yang berisi puji-pujian dan penghormatan yang begitu tinggi atas kebangsawanan mereka. Rothschild juga memohon agar mereka memberi perlindungan kepadanya.

Pada tanggal 21 September 1769, upayanya membuahkan hasil. Pangeran Wilhelm dengan senang hati memberikan restu atas kedainya. Rothschild pun memasang lambang principalitas Hess-Hanau di depan kedainya sebagai lambang restu dan perlindungan Sang Pangeran. Lambang itu bertuliskan huruf emas dengan kalimat, “M.A.Rothschild. Dengan limpahan karunia ditunjuk sebagai abdi istana dari Yang Mulia Pangeran Wilhelm von Hanau.”

Source : Apakabardunia
Read More

Untitled


Pagi terselimuti embun
Dia enggan bangun dari perpaduannya
Begitu remuk badan ini
Ditemani pulau-pulau lunak

Alampun memanggilnya
Agar ia sadar dari mimpinya
Iapun segera sadar
Bahwa, pada hari itu ia akan bertemu
Dengan pujaan hatinya

Namun apa, ia tak menemui apa-apa
Iapun pergi ke sebuah tempat
Dimana ia merenungi nasibnya
Dan tiba-tiba
orang yang ia tunggu itu datang

Dia datang dan meminta maaf
dan iapun memaafkannya
iapun kembali ke markas besarnya
Tuk berkumpul dengan prajuritnya

Seorang prajurit datang menghampirinya
ia mengatakan bahwa pujaan hatinya
Terkuasai oleh musuh bebuyutannya
Namun, ia tak dapat berkutik

Karena kalah pengalaman dan persenjataan
Iapun hanya bisa pasrah mengalami ini
Ia benar-benar tak berkutik
Dan ia memang seorang pecundang

Ya ia memang pecundang
pecundang
pecundang
Dan pecundang cinta

11 Desember 2011
Khafidz Hidayatulloh

Read More

My Great Adventure Sempu Island pt 2


Pagi pun telah datang, membangunkan seluruh embun yang bening cemerlang. Tak terkecuali aku. Aku terbangun dari tidurku dengan capeknya. Yah, sebuah ritual sakral tlah kujalani demi kenaikan pangkat bantara pada malam sebelumnya. Namun, semua itu terbayar oleh bangga. Tak ku hiraukan capek merajalela. Aku pun langsung keluar tenda mencari udara segar. Waw, pemandangan sekitar pada waktu pagi hari memang membuat mata segar. Lalu, dalam otakku terpikir untuk menaiki bukit batu untuk mengambil kenang-kenangan.
            Kemudian aku mengambil kamera dan segera menaiki bukit. Walaupun tidak begitu tinggi, bukit batu tersebut sangatlah tak bersahabat pada kakiku. Tak jarang ia membuat kakiku mengalami kram. Sesampai di atas bukit, akupun langsung mengambil beberapa pose. Begitu indah melihat laut lepas pada pagi hari. Cahaya mentari pun mulai terlihat dari arah timur oleh indra penglihatanku. Sinarnya yang lembut membuat makhluk-makhluk terbangun dari tidurnya. Kulihat embun kecil juga mulai terbangun dari mimpi indahnya.
            Setelah puas mencicipi pemandangan yang begitu indah, aku pun turun dari bukit tak bersahabat itu. Kulihat orang-orang tengah bermain olahraga paling favorit itu. Sepak bola namanya. Bermain sepak bola di tepi pantai memang membuat energi terkuras banyak. Setelah energiku terkuras, aku ingin mengakhiri permainan ini. Setelah itu aku memasak makanan untuk menambah energi yang telah hilang. Meskipun sederhana namun mewah di lidah.
            Setelah melahap semua makanan, kulanjutkan aktivitas yang sempat tertunda. Kali ini adalah waktu yang telah kutunggu-tunggu. Bermain di laut anakan yang tenang. Selama itu, ku berenang suka ria bersama semua kawanku yang ada disana. Tak lupa ku mengabadikan momen istimewa ini dalam sebuah kenangan foto. Setelah kudapat beberapa momen yang ku abadikan, aku segera keluar dari deburan ombak. Setelah itu ku menyiapkan perlengkapan untuk kembali pulang. Tak hanya sekedar itu, aku masih menunggu barang-barang yang masih aku jemur.
            Satu jam lamanya aku menunggu semuanya. Dan akhirnya akupun memasuki detik-detik keberangkatanku tuk kembali pulang. Sebelum itu, aku dan kawan-kawanku berdoa untuk keselamatan kami semua. Ku awali jejakku dengan basmalah. Seperti awal keberangkatanku ke Pulau Sempu, ketika pulangpun aku bertemu kembali dengan medan yang berat, bahkan lebih berat dari sebelumnya. Semua itu karena hujan semalam sudah membasahi medan tersebut sehingga semua jalan licin. Namun, kami pulang dengan modal kebanggaan karena berkesempatan bertemu dengan makhluk yang cantik ini dan mendapatkan pangkat bantara pada pundak kami.
Read More

[Review] Pesta Duren FC’s Glory in 2012 Smada Futsal Classmeeting


Perhelatan “2012 Smada Futsal Classmeeting” telah usai. Namun masih ada banyak momen yang perlu kita kenang dalam perhelatan tersebut. Sebut saja kemenangan yang di raih oleh PDFC. Tim yang telah menjadi wakil kelas X yang memperoleh tiket empat besar pada Smada Champion League kemarin. Tim kebanggaan kelas X-1 itu, telah menjuarai 2012 Smada Futsal Classmeeting dengan mulus atau sering disebut pula Clean sheet. Bahkan tim-tim favorit dalam kompetisi tersebut dilumat habis-habis. Untuk lebih detailnya, simak laporan saya di bawah ini.

2012 Smada Futsal Classmeeting 1st Matchday
            Pada hari pertama ini, PDFC berhadapan dengan tim yang tak begitu sulit untuk melangkahinya. Namun, para punggawa PDFC tidak meremehkannya. Pada pertandingan tersebut PDFC mampu menghentikan langkah UTS (X-6) untuk melaju ke babak selanjutnya dengan skor 2-0. Para punggawa UTS pun tak berdaya pada pertandingan tersebut. Dan paling hebatnya, striker bernomor 9 & 10 yang mampu menjebol gawang evan febrianto sang penjaga gawang dari UTS.

2012 Smada Futsal Classmeeting 3rd Matchday (Quarter-final)
            Pada hari kedua, PDFC mempunyai kesempatan waktu untuk mengcovery energi yang hilang pada pertandingan sebelumnya. Dan pada hari ketiga, PDFC menghadapi dengan Freemason (XI A1). Tim yang difavoritkan oleh sebagian penghuni Smada untuk menjadi juara. Namun pada hari ketiga ini, Freemason bermain dua kali karena pada hari kedua, pertandingan antara Freemason dan X1 A8 ditunda. Terlepas dari itu, PDFC pun mempunyai keuntungan dalam segi stamina.
            Banyak warga Smada yang menjuluki pertandingan ini dengan sebutan Early Final, disebut final dini karena memang kedua kubu sangat kuat untuk menjadi kandidat juara, satu tingkat di atas Dahsyat (XI A4) dan Semrawud (X-5). Pertandingan sangatlah sengit, namun tampaknya Freemason mulai kelelahan pada paruh babak pertama. Dan saat itulah PDFC memanfaatkan untuk mencetak beberapa peluang emas. Hasilnya, salah satu peluang tersebut berhasil dimatangkan oleh Yahfi menjadi sebuah gol melalui umpan silang dari prima damarto.
            Masih babak pertama, Aby  mencetak gol kedua. Kemudian pada babak kedua, striker mungil kembali menerima umpan silang dari Aby. Namun kali ini ia menjebol gawang Amin Ruwanda yang telah menggantikan Azka. Dan akhirnya, Freemason takluk di tangan sang junior dengan skor 3-0. Dengan hasil ini PDFC memperoleh Clean sheet yang kedua kali dan berhak untuk melaju ke babak empat besar.

2012 Smada Futsal Classmeeting 4th Matchday (Semi-final)
            Pada hari keempat, PDFC bertemu dengan Lady Gaga (XI A3) dalam pertandingan 2012 Smada Futsal Classmeeting Semi-final memperebutkan tiket ke final. Pada pertandingan lainnya, Semrawud dan Dahsyat juga tengah bertarung untuk dapat melaju ke babak puncak. PDFC optimis memenangkan pertandingan kali ini dengan bermodalkan kemenangan sebelumnya melawan Freemason.
            PDFC bermain dengan stylenya yaitu ball possession. Sedangkan Lady Gaga bermain all attack dan terkesan terburu-buru. Alhasil, usaha Lady Gaga sia-sia karena pertahanan PDFC yang begitu kuat sekuat Semen Gresik. Dengan banyaknya peluang yang kurang dimanfaatkan oleh LG, PDFC pun memulai untuk mencetak gol melalui counter attack yang begitu cepat. Dan hasilnya sempurna! PDFC berhasil mencetak gol melalui kaki striker Aby. Dan pada babak kedua aby mencetak gol keduanya sekaligus mengantarkan PDFC melaju ke babak puncak.

2012 Smada Futsal Classmeeting 5th Matchday (Final)
            Pada hari kelima, adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh pasukan PDFC. Ditantang Semrawud (X-5) di final, membuat PDFC semakin bersemangat menjalani pertandingan tersebut. Kedua kubu belum pernah bertemu sebelumnya sehingga kedua tim sama-sama menjaga harga diri tim. Namun pada partai puncak ini, PDFC yang difavoritkan untuk keluar menjadi juara.
            Pada pertandingan kali ini, PDFC kembali diuntungkan dengan stamina Semrawud yang sedikit terkuras dalam pertandingan 2012 Smada Volley Classmeeting Final. Namun, pasukan “Pyal-pyol” tersebut tidak meremehkan kekuatan lawan. Dibalik semua itu, PDFC memang pantas diunggulkan. Mereka unggul dalam skill, kualitas, dan gaya bermain. Wajar bila PDFC melaju ke partai puncak.
            Sang algojo Abyan, kembali mencetak gol melalui keeping yang maut pada pertandingan ini. Dan disusul dengan si mungil belia Al-Yahfi. Babak pertamapun usai. tak lama waktu berselang pemain kecil bernomor 10 kembali mencetak gol indah dengan kecepatan yang ia miliki. Sedangkan sang kapten Prima Damarto berhasil mencetak satu gol melalui tendangan jarak jauh yang tak ia sengaja. Sedangkan tim lawan hanya mampu memberi PDFC satu kali shot on target. Dengan ini PDFC berhasil menumbangkan Semrawud dengan skor yang cukup pahit bagi Semrawud 4-0. Dan PDFC keluar sebagai juara tak terkalahkan dan tak pernah kebobolan satu gol pun pada kompetisi ini.

Top Scorer Tim PDFC
  1. Abyan Faris Putranto              5
  2. Khoirul Mahmud Al-Yahfi       5
  3. Prima Damarto                       1

Top Assist
  1. Prima Damarto
  2. Abyan Faris Putranto
  3. Yuangga Rizky Illahi
  4. Khoirul Mahmud Al-Yahfi

Team Ranking
#1 Khafidz Hidayatulloh                  8.2
#7 Wahyu Ikhwan Nanda M           7.0
#8 Iman Lutfianto                            7.0
#9 Abyan Faris Putranto                  8.5
#10 Khoirul Mahmud Al-Yahfi         8.5
#13 Yuangga Rizky Illahi                 8.0
#14 Ansharullah El Fais                   6.0
#22 Prima Damarto                         8.4

            Dengan ini, PDFC berhasil memecahkan rekor sebagai kelas X SMAN 2 Lumajang yang dapat bermain clean sheet dalam suatu kompetisi. #kh
Read More

My Great Adventure Sempu Island pt 1


Hamparan air biru tersorot oleh mataku, melihat begitu indahnya alam negeri ini. Aku kini duduk terpaku dihiasi kebisingan suara mesin perahu. Tak lama lagi, aku akan sampai ke tempat yang aku tunggu-tunggu. Rasa lelahpun terobati oleh penampakan pesisir yang akan membawaku pada tempat kedamaian bagi manusia tak terlalu beruntung sepertiku.
             “Semangat!! Tempat yang akan kita tuju semakin dekat kawan!” ucap salah satu teman seperjuanganku.
            Rombongan yang telah menyeretku ke pulau ini memang sebagian besar amatir dalam berpetualang, tak terkecuali aku. Rasa lelah dan letih terlukiskan pada raut wajah kusam mereka. Namun dengan semangat yang tersisa, ku awali langkah tuk menuju surga bagi para petualang.
            Rerimbunan pohon menemaniku dalam setiap perjalananku. Suara burung-burung yang asing bagiku, selalu terdengar dalam gendang telingaku. Barisan rombongan yang panjang terlihat olehku sambil menyusuri jalan setapak. Sayang semakin lama barisan tersebut semakin menyusut.
            Sampai akhirnya tertinggal aku dan 6 temanku. Dari ketujuh orang tersebut hanya aku, Reynaldi dan Mas Luqman dari golongan adam. Dan aku bertugas menjadi pemimpin rombongan mungil itu.
            “Teman-teman yang lain kemana nih, masa gak ada yang kasihan sama kita.” keluh Rara, teman serombonganku.
            Dengan kewibawaan Mas Luqman, ia menenangkan dan menyemangati aku dan kelima teman-temanku. “Tenang saja, gak usah khawatir, yang penting kita selalu berdoa dan berusaha.” katanya.
            “Ok mas.” kataku.
            Suara deburan ombak sempat terdengar oleh rombonganku, namun tak lama kemudian, suara itu lenyap dari sinyal telingaku. Yang kudengar hanyalah suara alam hutan pada umumnya. Dan saat itulah aku dan teman seperjuanganku mulai panik. Jalan setapak yang tak bersahabat itu terpisah menjadi dua arah. Kuputuskan untuk selalu berpedoman pada arah kebaikan, yaitu kanan.
            Namun, sempat kulihat pertarungan antara lipan dengan kadal. Pertarungan sengit untuk tetap hidup. Sama sepertiku, aku bertarung menantang alam untuk dapat melihat paras cantiknya.  Jalanan semakin terjal, namun semua itu tak dapat mematahkan semangat juangku tuk mencapai tujuan.
            Sesampai puncak hutan, akupun berhenti sejenak tuk mengisi nafas. Setelah itu, kulanjutkan perjalananku. Tak lama kemudian di samping kananku terdapat hamparan air payau yang belum begitu jelas kulihat. Akupun semakin bersemangat untuk segera sampai tujuan. Kupercepat gerakan kaki-kakiku ini.
            “Teman, ayo buruan, tempat yang akan kita tuju semakin dekat! Percepat langkah kita!” seruku kepada teman-temanku di belakangku.
            “Alhamdulillah, akhirnya kita hampir sampai ke tempat yang telah lama kita idamkan.” kata salah satu temanku.
            Menyusuri jalan setapak yang hampir menemui ajalnya, akupun mulai melihat hamparan pasir putih dan air tenang yang menciptakan sebuah anak laut yang begitu indah. Sesampai di ujung nafas jalan setapak, akupun turun dan segera mencari tempat untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kawan yang lain yang masih berjuang menuju kemari.
            “Alhamdulillah Ya Allah, kau telah mengijinkanku tuk melihat kebesaranMu ini.” ucapku dalam hati.
            Seiring bergulirnya sang waktu, sang raja siang pun mulai tenggelam dari tahtanya. Akupun segera menyiapkan segala kebutuhan tuk menyambut indahnya hari esok. Sambil mengabadikan pengalaman untuk kujadikan kenangan terindah dalam hidupku.
Read More